Pemain muda berbakat, Willa Pearson, berhasil membuat sejarah dengan memecahkan rekor Sam Kerr sebagai pencetak gol termuda di A-League Women (ALW). Gol spektakulernya membantu Sydney FC menundukkan Brisbane Roar dengan skor 4-0 pada pertandingan Jumat malam di Spencer Park. Pearson, yang baru berusia 15 tahun dan 51 hari, menjadi sorotan karena debutnya yang cemerlang di babak kedua.

Gol Pearson datang dari umpan silang brilian Abbey Lemon, yang berhasil dikonversi dengan mulus oleh Pearson sebagai bek kanan pengganti. Sebelumnya, Mackenzie Hawkesby membuka keunggulan Sydney pada menit ke-47 melalui sepak pojok yang gagal diantisipasi oleh kiper Momo Hayashi. Gol ini menegaskan dominasi tim tamu sejak awal pertandingan.
Prestasi Pearson mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Sam Kerr, yang mencetak gol pertama untuk Perth Glory pada usia 15 tahun dan 88 hari. “Saya sangat senang dan bangga bisa meraih kemenangan bersama tim ini,” kata Pearson. Momen bersejarah ini menandai awal perjalanan gemilang pemain muda yang penuh potensi.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dominasi Sydney FC di Bawah Pelatih Sementara
Kemenangan 4-0 ini menjadi kemenangan pertama Sydney FC di bawah pelatih sementara James Slaveski. Tim tampil dominan, mengontrol jalannya pertandingan sejak menit awal, dan memanfaatkan setiap peluang yang muncul. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tim masih memiliki kekuatan dan konsistensi meski menghadapi perubahan kepelatihan.
Gol ketiga Sydney dicetak oleh pemain asal Panama, Riley Tanner, pada menit ke-68. Ia melewati satu bek dan melepaskan tembakan keras yang tidak bisa diantisipasi kiper. Sementara gol terakhir lahir di menit ke-93 melalui Skye Halmarick, yang mencetak gol pertamanya di ALW setelah menerima umpan terobosan dari Hawkesby.
Kemenangan telak ini menunjukkan kedalaman skuad Sydney FC, dengan kontribusi dari pemain muda hingga senior. Tim ini berhasil memanfaatkan kreativitas lini tengah dan peluang bola mati, memperkuat posisi mereka di papan klasemen dan meningkatkan moral jelang sisa musim.
Baca Juga: Aitana Bonmati Dirawat karena Meningitis Virus Jelang Euro 2025
Kesempatan Terbuang Western Sydney dan Newcastle Jets

Sementara itu, Western Sydney Wanderers gagal memanfaatkan peluang penting untuk memperkuat peluang mereka lolos ke babak final. Mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Newcastle Jets, meski unggul lebih dulu melalui gol cepat Talia Younis pada menit ke-1.
Sayangnya, Younis mengalami cedera otot adduktor pada menit ke-41, memaksa tim kehilangan gelandang andalannya. Newcastle berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Melina Ayres di menit ke-87. Gol ini menegaskan ketahanan Jets, yang berhasil menghentikan tren tiga kekalahan beruntun mereka.
Hasil ini membuat Wanderers tetap berada di peringkat ke-10 dengan 16 poin, tertinggal empat poin dari peringkat keenam. Jets naik ke posisi kedelapan dengan 17 poin. Meskipun hasilnya mengecewakan bagi Wanderers, tim tetap menunjukkan potensi untuk bangkit di laga-laga berikutnya.
Bintang Muda Terus Bersinar di ALW
Musim ini menampilkan banyak pemain muda yang bersinar, termasuk Pearson, Tanner, dan Halmarick, yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi tim masing-masing. Gol-gol spektakuler dari pemain muda ini menunjukkan regenerasi kualitas di liga wanita Australia.
Selain itu, debut-debut impresif mereka memberikan energi baru bagi klub dan menarik perhatian publik serta media. Penampilan konsisten dari talenta muda ini membuka peluang bagi mereka untuk menjadi pemain bintang masa depan di kancah internasional.
Momentum ini juga membuktikan pentingnya pembinaan pemain muda dan kepercayaan pelatih untuk memberikan mereka kesempatan di tim utama. ALW terus menjadi panggung bagi bakat muda yang siap mencetak sejarah baru di dunia sepak bola wanita. Simak terus pembahasan sepak bola perempuan terupdate lainnya hanya di footballandchicks.com.
