Kiper andalan Liverpool, Alisson Becker, mengakui bahwa musim ini merupakan periode yang “jauh menurun” dibandingkan musim juara mereka sebelumnya. Menurut Alisson, perbedaan tim saat ini dengan tim juara musim lalu sangat jelas, terutama dalam hal karakteristik dan pengalaman pemain inti. Ia menekankan bahwa semua faktor, mulai dari perubahan pemain hingga cedera, membuat tim harus menghadapi tantangan besar.

Alisson menambahkan bahwa musim panas lalu menjadi masa sulit bagi klub, terutama setelah tragedi yang menimpa Diogo Jota. Dampak emosional dari kehilangan rekan setim dan teman dekat ini sulit diukur dan memengaruhi performa tim. Selain itu, cedera yang menimpa beberapa pemain penting, termasuk dirinya sendiri, semakin memperumit situasi.
Meski begitu, Alisson menegaskan bahwa tim tidak menggunakan semua masalah ini sebagai alasan. “Kami berusaha melakukan yang terbaik dan menyadari bahwa musim ini sedang menurun. Tapi kami tetap fokus dan mencoba bangkit,” ujar kiper asal Brasil tersebut.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan Cedera dan Perubahan Pemain
Cedera menjadi salah satu hambatan utama Liverpool musim ini. Alisson sendiri sempat absen lebih dari enam minggu akibat cedera paha. Sementara itu, banyak pemain inti lain juga menghadapi cedera yang memengaruhi konsistensi tim. Hal ini membuat pelatih dan staf harus menyesuaikan strategi secara terus-menerus.
Selain cedera, perubahan pemain yang signifikan dibandingkan musim lalu menjadi faktor lain. Banyak pemain inti musim lalu digantikan oleh wajah-wajah baru, yang memengaruhi chemistry tim. Alisson menekankan bahwa adaptasi terhadap perubahan ini tidak mudah, karena setiap pemain memiliki karakteristik berbeda.
Meski menghadapi berbagai masalah, Liverpool berhasil mempertahankan beberapa kemenangan penting, termasuk kemenangan 2-1 atas Sunderland, yang menjaga peluang tim tetap berada di jangkauan empat besar Liga Primer. Hal ini menunjukkan bahwa meski sedang dalam proses rekonstruksi, tim tetap memiliki kualitas untuk bersaing.
Baca Juga: Igor Thiago Perpanjang Kontrak di Brentford hingga 2031
Proses Rekonstruksi Liverpool

Alisson menegaskan bahwa apa yang dialami Liverpool saat ini merupakan bagian dari proses rekonstruksi yang disengaja. Tim sedang membangun ulang fondasi, menyesuaikan strategi, dan memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk berkembang. Perubahan ini tentu membutuhkan waktu, tetapi Alisson yakin akan ada hasil positif di masa depan.
Ia juga menyebut bahwa terkadang penampilan tim bisa sangat baik, namun di laga lain menjadi tidak menentu. Hal ini wajar dalam proses rekonstruksi, karena tim harus menyesuaikan diri dengan ekspektasi tinggi sebagai juara bertahan. Meski demikian, semangat untuk bersaing tetap dijaga.
Liverpool tetap fokus untuk menjaga kualitas daya saing dan membangun tim yang stabil. Menurut Alisson, menghormati proses ini penting agar klub bisa kembali ke performa puncak dan bersaing secara konsisten di level tertinggi.
Alisson dan Loyalitasnya di Liverpool
Sejak bergabung dengan Liverpool pada 2018 dengan transfer 65 juta pound, Alisson telah menjadi bagian penting tim. Baru-baru ini, ia mencatat penampilan ke-250 di Liga Primer dan menegaskan komitmennya kepada klub dengan menandatangani kontrak hingga akhir musim ini, dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Alisson merasa diterima dengan hangat oleh klub dan rekan-rekannya. “Liverpool menerima kami dengan luar biasa, dan kami juga menerima klub ini. Itulah alasan saya bertahan selama bertahun-tahun,” kata kiper berusia 33 tahun ini. Loyalitasnya mencerminkan komitmen untuk menjaga kualitas dan daya saing tim di tengah proses rekonstruksi.
Dengan pengalaman dan kepemimpinan Alisson, Liverpool berharap bisa melalui musim sulit ini, membangun fondasi kuat, dan kembali bersaing untuk gelar juara di masa mendatang. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballandchicks.com.
